Budaya MALU di Kampung Berseri Astra Depok

Setelah sebulan lalu saya ke pulau Pramuka dan melihat Kampung Berseri Astra disana, akhirnya membuat penasaran dengan Kampung Berseri Astra lainnya. Tanpa fikir lama Saya langsung berselancar di dunia internet mencari info Kampung Berseri Astra lainnya di website Satu Indonesia

Tercantum ada 77 Kampung Berseri Astra. Saya berasa gagal update sekali tentang perkembangan Kampung Berseri Astra ini.  Padahal dengan latar belakang pendidikan saya di bagian Lingkungan. Produk ini sangat sesuai dengan apa yang dahulu saya cita-citakan.  Sebuah area tempat tinggal yang bersih, nyaman, hijau dan berupaya positif terhadap pemanfaatan sampah, untuk di daur ulang, pengendalian lingkungan dan mendukung aspek ekonomi masyarakat.  Begitu pula dengan Program CSR PT.Astra International ini yang saya ketahui memiliki 4 Pilar yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Gapura Bertuliskan Kampung Berseri Astra

Sehingga diakhir minggu ini saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kampung Berseri Astra di Depok.  Naik Commuter line dari stasiun Cilebut Bogor langsung turun di stasiun Depok Lama. Target tujuan saya adalah Mesjid At-taubah karena lokasi Kampung Berseri ini di kelurahan Baktijaya kecamatan Sukmajaya tepatnya di RW 16.  Lokasinya tepat berada di belakang mesjid At-Taubah, di tepi jalan Juanda Depok.  Tidak terlalu jauh hanya 7 km dari stasiun Depok Lama dengan naik ojek online harga berkisar 12 ribuan saja.

Tiba di mesjid At-Taubah pukul 17.00, saya langsung sholat Ashar dulu, mesjid ini terlihat berantakan karena sedang dilakukan renovasi. Udara Jakarta langsung terasa segar. Bukan saja karena saya usai sholat loh, tapi suasana perkampungan Baktijaya ini memang menghapuskan gambaran saya tentang kota pinggiran Jakarta yang sumpek, panas, dan semrawut.

Gapura Selamat datang di RW 16
Spanduk pengelolaan sampah yang di pasang di simpang gang
Spanduk menjaga kebersihan lingkungan di gang masuk RW 16

Lebih dari 500 kepala keluarga bermukim disini,  di pimpin oleh pak Sumarno selaku RW 16. Rumah-rumah berjajar rapat tanpa halaman samping, namun memberi kesan rapi bersih dan sejuk.  Plang penyuluhan untuk menjaga kebersihan kerap ditemukan di persimpangan jalan, bahkan petunjuk jalur evakuasi apabila terjadi bencana juga terpampang di persimpangan. Bak biru penampungan air hujan juga banyak tersebar di tiap gang RW 16 ini yang meliputi area gang Saminten 1 hingga 6 dan gang Jelantung 1 hingga 7. Gapura dengan bentuk pagoda berhias tanaman rambat sering kita temui.  Rumah-rumah penduduk semua halamannya memiliki tanaman hias.  Hingga merambah ke luar pagar di tepi jalanan gang. 

Jalur evakuasi juga di pasang sebagai pengamanan terhadap bencana
pesan No drug juga terpampang di pemukiman warga sebagai bentuk pelarangan keras penggunaan Obat terlarang

Sore hari aktivitas warga didominasi menyiram bunga dan tanaman-tanaman, menyapu halaman, atau sekedar duduk-duduk santai mengobrol bersama.  Anak-anak bermain berlarian bersepeda santai, sungguh pemandangan yang asik sekali melihatnya.

Sore hari ramai aktivitas menyiram tanaman di rumahnya masing-masing
Suasana gang yang sejuk dan nyaman, serta plang ajakan mencuci tangan dengan sabun di salah satu rumah warga
Ibu-ibu kerap berkumpul santai di sore hari sambil menyiram tanaman dan menyapu halaman, dan menyapa ramah dan berbincang dengan ramah pada para tamu di kampungnya

Dan yang menarik perhatian saya adalah, wadah penampungan air hujan di setiap gang, dan air ini biasa digunakan untuk menyiram tanaman, jadi tidak kuatir akan kehabisan air, atau mengkonsumi air PAM lebih banyak.  Tak hanya wadah penampungan air hujan tapi saya juga menemukan wadah air pencucian beras, karena air cucian beras ini memiliki khasiat sebagai penyubur tanaman, dan khasiat inipun tertulis jelas pada wadah biru.  Luar biasa kan. Kamu mau coba di kampungmu? Yuk kita mulai dari rumah kita sendiri.

Bak penampungan air hujan yang banyak ditemui di setiap gang Saminten dan Jelantung
Bak Air cucian beras yang dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman

Disisi gang Saminten, arus lalu-lintas mendadak sedikit ramai, sedikit kemacetan terjadi karena kampung Berseri ini sudah menjadi tujuan jalan-jalan sore bukan saja warga setempat namun juga bagi warga Jakarta lainnya.  Bahkan menjadi percontohan bagi peneliti, mahasiswa maupun para pengembang kawasan perkotaan. 

Mencari-cari lokasi bank Sampah, dari gang Jelantung saya diarahkan ke gang Saminten, untuk bertemu bu Kuswati karena beliaulah ketua bagian urusan bank sampah.  Kegiatan bank sampah di kampung ini berlangsung setiap hari Jumat, namun di minggu ketiga libur.  Sayang sekali saat saya datang kesini hari Sabtu jadi belum bisa menyaksikan langsung kegiatan bank sampahnya.  Berpapasan langsung dengan ibu Dwi, ketua PKK di RW 16, sedang asik menyapu dan menyiram tanaman. Sambil santai sayapun mengobrol singkat.  Sesaat saya bertanya pada bu Dwi, “Apakah ada sanksi bagi warga yang tidak memelihara dan merawat tanaman?” ah… tidak ada mba, kita disini hanya membudayakan “budaya MALU”, malu buang sampah sembarangan, malu tidak bersih, malu tidak merawat tanaman, sanksi sosial-lah yang akhirnya akan berjalan. Hingga semua warga tergerak dan berlomba-lomba memelihara lingkungannya dengan bersih dan sehat.

Lokasi Bank Sampah di RW 16 beraktivitas di setiap hari jumat, kecuali Jumat di minggu ketiga

Bahwa sejak di resmikannya RW 16 ini menjadi Kampung Berseri Astra tahun 2014 banyak wisatawan, wartawan, bloger, bahkan mahasiswa dan peneliti yang melakukan riset, pantauan dan kajian tentang lingkungan di kampungnya.  Tak hanya di bidang lingkungan Astra berkontribusi nyata, namun juga di bidang kesehatan yaitu dengan penyuluhan kesehatan, pendidikan PAUD, pemberian beasiswa bagi anak-anak warga RW 16, juga bidang wirausaha dengan pengolahan sampah menjadi pupuk yang bernilai ekonomi.  Tentu saja fenomena ini menjadi kebanggaan dan dukungan semangat bagi seluruh warga untuk terus mempertahankan meningkatkan dan menjaga apa yang sudah di capai.  Karena justru mempertahankan itu jauh lebih sulit.

salah satu gambaran gang Jelantung yang dihiasi dengan tokoh kartun hingga sering menjadi tempat selfie bagi para tamu di kampung Baktijaya



Sayapun kerap bertemu tamu-tamu yang hadir di lingkungan RW 16, kebanyakan sekedar melihat-lihat suasana hijau disetiap gang.  Di gang Jelantung saya juga menemukan area jalan yang dihias dengan aneka tokoh kartun hingga banyak juga yang melakukan selfie disini.  Warganyapun sangat ramah dan interaktif selalu respon baik terhadap tamu yang berkunjung.  Sekedar ambil foto ataupun wawancara dan mengobrol santai. Warga RW 16 sungguh luar biasa.  Warga yang kompak tak hanya sukses membentuk tempat tinggal hijau bersih dan nyaman namun juga mampu menjadi guide handal bagi kampungnya. Terimakasih bagi seluruh warga RW 16 dan program Kampung Berseri Astra, semoga langkah positif ini terus menularkan ke seluruh kampung-kampung di Indonesia. Salam Optimis

Comments

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
    1. Post
      Author

Leave a Reply to sarifuddin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *