Terkenang di Bukit Tekenang

Perjalanan darat pukul 11 siang dengan jalan penuh debu dalam bis kecil umum penuh sayuran perlahan beranjak dari Putussibau menuju Lanjak. Kami nikmati sebagai bentuk catatan perjalanan berarti. Celana hitam kini tampak keabuan, oleh karena debu tebal masuk ke bis yang sarat muatan ini begitu liar berterbangan, sehingga sekali tepuk pada celana panjang ini, bagai …

Bagai Keong di Danau Habema

Dari ketinggian 3225m dpl, kami turun ke Danau Habema di ketinggian 3170m dpl, hanya turun sekitar 90m saja, tidak sulit rasanya, kapan lagi kalau tidak sekarang? Setapak demi setapak dengan kecepatan sangat lambat bagai keong saya mengangkat kaki perlahan, bukan karena malas atau enggan, namun tiap meter saya melangkah selalu melihat hal-hal baru, terutama jenis …

Si Api Biru, Tak Sekedar Tambang Belerang

Pertama sekali saya mengenal kawah Ijen adalah dari sebuah majalah travel yang menggambarkan para pekerja tambang belerang.  Kesan pertama yang saya lihat adalah kegigihan para pekerja tambang.  Hingga akhirnya 3 tahun berikutnya baru keinginan mengunjungi Kawah ini terwujud.  Setelah menyaksikan serangkaian upacara Nyepi di Bali, saya memutuskan singgah di Banyuwangi, karena jarak Banyuwangi dan Bali …

Menilik Situs Megalitik Pugungraharjo

Bertandang wisata ke Makam, kenapa tidak, dari makan pra sejarah ini kita bisa mendapatkan informasi kehidupan nenek moyang zaman dahulu kala.  Peradaban manusia di saat semua serba sederhana, kehidupan dari alam dan kembali ke alam.  berperang, beribadah hingga bercocok tanam.  Alamlah guru yang terbaik. Melaju kencang menunda kelam, kami menuju Taman Purbakala Pugungraharjo yang terletak …